Minggu, 15 Januari 2012

Pentingnya Peran Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer pada Bisnis Modern


Pentingnya Peran Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer pada Bisnis Modern

Definisi Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem => suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama organisasi / institusi.
Informasi => data yang telah diproses / diolah sehingga memiliki rt atau manfaat yang berguna.
Manajemen => sebagai proses, manajemen adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama atau melibatkan orang lain dmi mencapai tujuan yang sama.
Sistem Informasi Manajemen => jaringan prosedur pegolahan data yang dikembangkan dalam suatu system (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi
atau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan. Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberikan manfaat yang maksimal. Penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan informasi yang dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan manajemen. Sistem informasi yang digunakan oleh para pengguna dari berbagai tingkatan manajemen ini biasa disebut sebagai:
Sistem Informasi Manajemen.
Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi. Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitasaktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan di tahap input berikutnya.
Sistem informasi yang digunakan lebih berfokus pada sistem informasi berbasis komputer (computer-based information system). Harapan yang ingin diperoleh di sini adalah bahwa dengan penggunaan teknologi informasi atau sistem informasi berbasis komputer, informasi yang dihasilkan dapat lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu, sehingga pengambilan keputusan dapat lebih efektif dan efisien.
Meskipun sistem informasi berbasis komputer menggunakan teknologi komputer untuk memproses data menjadi informasi yang memiliki arti, ada perbedaan yang cukup tajam antara komputer dan program komputer di satu sisi dengan sistem informasi di sisi lainnya. Komputer dan perangkat lunak komputer yang tersedia merupakan fondasi teknis, alat, dan material dari sistem informasi modern. Komputer dapat dipakai sebagai alat untuk menyimpan dan memproses informasi. Program komputer atau perangkat lunak komputer merupakan seperangkat instruksi operasi yang mengarahkan dan mengendalikan pemrosesan informasi.

Tujuan mempelajari SIM :
Memandang bahwa, nilai dari informasi aatlah berharga, oleh karena itu harus dikelola dengan baik.
Sebagai seorang wirausaha, staff manajemen atau terlebih sebagai manjer, harus dapat menghargai dan mampu mengelola informasi bagi kemajuan perusahaan atau usahanya.

Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer
SIM berbasis komputer adalah suatu SIM yang menempatkan perkakas pengolah data komputer dalam kedudukan yang penting. SIM yang modern adalah SIM yang terkomputerisasi sehingga gagasan-gagasan tentang komputerisasi di dalam organisasi swasta maupun publik.sesungguhnya berkenaan dengan tujuan penyempurnaan sistem infomasi itu sendiri. Ada beberapa alasan mengapa komputer erupakan perkakas yang sangat pentingnya di dalam SIM modern. Alasan yang pertama berkenaan dengan kemampuan komputer mengolah data. Alasan yang kedua tentang pentingnya pemakaian komputer dalam SIM adalah bahwa teknologi otomasi melalui komputerisasi sudah tesedia dimana-mana dan dapat diperoleh dngan mudah dan murah. Secanggih apapun sistem komputer yang dipakai, bila manusia tidak dapat memanfaatkan komputer itu secara optimal, maka sistem komputer itu tidak akan banyak manfaatnya. Kegagalan yang dialami suatu SIM banyak disebabkan anggapan bahwa komputerisasi akan dapat memecahkan setiap persoalan dalam organisasi atau karena too high expectation tersebut.

Peran Baru Sistem Informasi Manajemen
Manajemen tidak dapat mengabaikan sistem informasi karena sistem informasi memainkan peran yang kritikal di dalam organisasi bisnis. Sistem informasi ini sangat mempengaruhi secara langsung bagaimana manajemen mengambil keputusan, membuat rencana, dan mengelola para pegawainya, serta meningkatkan sasaran kinerja yang hendak dicapai, yaitu bagaimana menetapkan ukuran atau bobot setiap tujuan/kegiatan, menetapkan standar pelayanan minimum, dan bagaimana menetapkan standar dan prosedur pelayanan baku kepada masyarakat. Oleh karenanya, tanggung jawab terhadap sistem informasi tidak dapat didelegasikan begitu saja kepada sembarang pengambil keputusan.
Semakin meningkat saling ketergantungan antara rencana strategis instansi, peraturan dan prosedur di satu sisi dengan sistem informasi (software, hardware, database, dan telekomunikasi) di sisi yang lainnya. Perubahan di satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya. Hubungan ini menjadi sangat kritikal manakala manajemen ingin membuat rencana ke depan. Aktivitas apa yang akan dilakukan lima tahun ke depan biasanya juga sangat tergantung kepada sistem apa yang tersedia untuk dapat melaksanakannya. Sebagai contoh, peningkatan produktivitas kerja para pegawai sangat tergantung pada jenis dan kualitas dari sistem informasi organisasi bisnis.
Perubahan lain dalam hubungan sistem informasi dengan organisasi bisnis adalah semakin meningkatnya cakupan dan ruang lingkup dari sistem informasi dan aplikasinya. Pengembangan dan pengelolaan sistem dewasa ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak di dalam organisasi bisnis, jika dibandingkan peran dan keterlibatanya pada periode-periode yang lalu. Sebagaimana sudah disampaikan dengan meningkatnya kecenderungan organisasi berteknologi digital, maka sistem informasi di dalam organisasi dapat meliputi jangkauan yang semakin luas hingga kepada masyarakat, instansi pemerintahan lainnya, dan bahkan informasi mengenai perkembangan politik terakhir.
Satu alasan mengapa sistem informasi memainkan peran yang sangat besar dan berpengaruh di dalam organisasi adalah karena semakin tingginya kemampuan teknologi komputer dan semakin murahnya biaya pemanfaatan teknologi komputer tersebut. Semakin baiknya kemampuan komputer telah menghasilkan jaringan komunikasi yang kuat yang dapat digunakan organisasi untuk melakukan akses informasi dengan cepat dari berbagai penjuru dunia serta untuk mengendalikan aktivitas yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Jaringan-jaringan ini telah mentransformasikan ketajaman dan bentuk aktivitas organisasi, menciptakan fondasi untuk memasuki era digital.
Jaringan yang terluas dan terbesar yang digunakan adalah internet. Hampir setiap orang di seluruh dunia ini, baik yang bekerja di dunia sains, pendidikan, pemerintah, maupun kalangan pebisnis menggunakan jaringan internet untuk bertukar informasi atau melakukan transaksi bisnis dengan orang atau organisasi lain di seluruh dunia. Internetmenciptakan platform teknologi baru yang universal. Teknologi internet ini mampu mempertajam cara bagaimana sistem informasi digunakan dalam bisnis dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan penggunaan internet, di antaranya adalah untuk
• Komunikasi dan kolaborasi.
• Akses data dan informasi.
• Partisipasi dalam diskusi.
• Supply informasi.
• Hobi atau bersenang-senang (entertainment).
• Pertukaran transaksi bisnis.

Manajemen Bisnis
Merupakan sebuah dasar yang perlu diketahui dan dipahami serta dijalankan oleh setiap pihak yang hendak menjalankan kegiatan bisnis. Karena tanpa memahaminya, maka sebuah usaha yang dijalankan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya, serta tidak mencapai hasil yang optimal.
Hal ini karena dalam sebuah bisnis, pemikiran yang perlu dikedepankan bukan sekedar tentang bagaimana menjual sebuah produk sebanyak mungkin. Dan juga tentang bagaimana bisa meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam bahasan manajemen bisnis modern, ada pemikiran yang lebih luas daripada sekedar kedua komponen tersebut.
Dalam manajemen bisnis modern. Kita harus mengenal tentang kebutuhan konsumen. Hal ini merupakan hal yang mutlak mengingat dari konsumenlah kita bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis yang dijalankan. Selain itu, konsumen merupakan komponen penting yang akan menentukan apakah sebuah bisnis bisa terus berjalan secara kontinyu atau hanya berumur sesaat saja.

Manajemen Bisnis Modern
Dalam pemahaman manajemen bisnis modern, ada lima hal pokok yang menjadi sorotan utama untuk dikaji. Kesemuanya memiliki keterkaitan yang saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Dan apabila kita ingin meraih kesuksesan dari sebuah bisnis, kita harus memahami dan menjalankan keenam komponen tersebut.
Kelima komponen dalam manejemen bisnis modern tersebut diantaranya adalah :
  • Kepuasan Pelanggan (customer satisfaction)
Pelanggan yang puas merupakan kunci penentu apakah sebuah bisnis bisa berhasil atau tidak. Jika konsumen bisa puas dengan bisnis yang kita tawarkan, mereka bukan hanya akan kembali kepada kita. Melainkan, mereka akan menjadi media promosi yang efektif dengan mengajak orang lain untuk menjadi konsumen kita juga.
  • Pelayanan Yang Unggul (service Excellent)
Sebuah bisnis mungkin bisa ditiru oleh pihak lain. Namun, dengan adanya pelayanan yang baik, akan bisa menjadi pembeda antara produk yang kita tawarkan dengan apa yang ditawarkan oleh pesaing.
  • Kemampuan
Komponen ini menyangkut tentang kapabilitas kita dalam melakukan bisnis. Dengan adanya kemampuan atas bisnis yang dijalankan, merupakan salah satu indikasi bahwa produk yang dihasilkan pun akan berkualitas.
  • Efisiensi
Efisiensi menyangkut proses yang dijalankan dengan cermat dan meniadakan aktivitas yang dianggap kurang perlu dilakukan.
  • Persaingan yang Sehat
Persaingan yang sehat akan menyebabkan keberhasilan bagi semua pihak serta menguntungkan konsumen. Jika persaingan dilakukan dengan tidak sehat, yang akan terjadi adalah sikap saling menjatuhkan dan berdampak pada kehancuran dari semua pihak yang bersaing tersebut.

Faktor-faktor yang Menentukan Iklim Bisnis
Beberapa hal yang perlu dipahami dalam sistem bisnis, yang nantinya akan mempengaruhi iklim bisnis dari waktu ke waktu. Contoh yang paling ekstrim aalah terjadinya depresi yang hebat di Amerika Serikat pada tahun 1929, bahkan terjadi di dunia. Rakyat Indonesia yang pada saat itu masih di bawah penjajahan Belanda, tidak begitu banyk menanggung akibat depresi itu mengalami antara lain :
a.       Melonjaknya tingkat penggangguran, artinya banyak orang yang kehilangan pekerjaan.
b.      Banyak keluarga yang “kehilangan” rumahnya.
c.       Banyak simpanan di bank ikut lenyap karena bangkrutnya bank yang bersangkutan.
d.      Banyak perusahaan yang gulung tikar.
John Maynard Keynes telah memberikan tinjauan tentang cara penembuhan derita akibat depresi. Ia memangdang bahwa tingkat kegiatan bisnis di sebuah system kapitalis itu tergantung pada kemauan para wiraswasta untuk menanamkan modalnya. Ia memperlihatkan bahwa suatu system pasar itu dapat mengalami posisi yang buruk dan tidak dapat mengatasinya. Ia juga menambahkan bahwa pengeluaran pemerintahan dapat menjadi elemen utama dalam penyembuhan tersebut.
·         Investasi
investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru. Uang yang dikeluarkan untuk investasi baru tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perekonomian. Dalam kenyataan, pengaruh tersebut lebih besar dibandingkan dengan jumlah rupiah yang dikeluarkan langsung pada investasi. Ini berarti bahwa pengaruh investasi itu berlipat ganda. Adapun multiplier (pengganda) yang menyebabkan terjadinya pelipat-gandaan itu dapat terjadi seperti berikut :
Jika sebuah pabrik didirikan dalam suatu masyarakat, para penyedia (suplier) dan para pekerja bangunan setempat dapat meningkatkan penghasilannya. Mereka membelanjakan sebagian dari penghasilan yang meningkat itu, dan para penyedia barang serta jasa yang mereka beli juga memiliki uang lebih banyak, dan seterusnya. Multiplier tersebut menjelaskan investasi itu bisa menjadi alat yang mempunyai daya untuk perkembangan bisnis.
·         Tabungan
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabung akan menetukan kuat-lemahnya multiplier tersebut. Semakin banyak tabungan berarti semakin sedikit pegeluaran dan semakin lemah multiplier tersebut. Tetapi, tabungan itu juga menjadi sumber untuk investasi modal dimasa mendatang. Apa yang penting di sini adalah adanya keteraturan dan kepercayaan terhadap tabungan sehingga iklim bisnis itu dapat diramalkan.
·         Pemerintah
Pemerintah dapat dapat berperan sebagai pengelola sistem bisnis. Pemerintah dapat meminjam uang pada pihak bank atau pihak terkait, untuk memenuhi kegiatan yang telah disepakati bersama. Dapat terjadi bahwa apa yang dipinjam lebih besar dari apa yang diterimanya. Jika ini terjadi, berarti pemerintah mengakui defisit. Pembelanjaan yang defisit ini dapat menjadi masalah dan dapat juga tidak menjadi masalah, tergantung pada situasinya apakah dapat mendukung terjadinya inflasi.
Pemerintah, melalui kebijakan “fisikal” atau “moneter” adapat mempengaruhi kegiatan bisnis.
  • Kebijakan fisikal digunakan untuk mempengaruhi permintaan dengan meningkatkan pajak (mengurangi permintaan) atau meningkatkan pengeluaran pemerintah (meningkatkan permintaan).
  • Kebijakan moneter berkaitan dengan pengelolaan supply uang untuk meningkatkan atau menurunkan permintaan.
Problema Bisnis yang Dihadapi Saat Ini
·         Inflasi
Inflasi adalah suatu kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum  dalam perekonomian. Para ekonom telah lama merasakan bahwa inflasi itu merupakan suatu proses yang membatasi diri. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara permintaan dengan penawaran barang dan jasa. Jika permintaan turun atau penawaran meningkatkan seharusnya tingkat inflasi lebih rendah.
·         Produktivitas
Produktivitas adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk meningkatkan produktivitas, tidak cukup hanya dengan bekerja keras, tetapi juga memerlukan peralatan dan metode kerja yang lebih baik. Di samping itu juga diperlukan peningkatan investasi, riset dan pengembangan, serta teknik-teknik manajemen yang lebih maju.
·         Pengangguran
Pada umumnya pemutusan hubungan kerja ini terjadi karena perusahaan tidak mampu lagi membayar mereka sebagai akibat turunnya penghasilan (dari penjualan) secara drastis. Namun tidak mustahil, jika kondisi perekonomian membaik yang berpengaruh juga pada kondisi perusahaan maka pemutusan hubungan kerja ini dapat dibatalkan, dengan kata lain mereka ditarik kembali untuk bekerja.
DAFTAR PUSTAKA

Indrajit, Eko. R. 2006. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Elex Media Komputindo.
http://www.anneahira.com/manajemen-bisnis.htm (Senin, 9 Januari 2012, 07.48 WIB)
Swastha, Basu. dan Sukotjo, Ibnu.  1998. Penga. Pengantar Bisnis Modern (edisi ketiga). Liberty  Offset. Yogyakarta.
Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Andi Offset. Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar